Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, March 10, 2016

Seni Berkuasa


Salah satu hal yang selalu menjadi perhatian masyarakat kita akhir-akhir ini adalah politik (baca:kekuasaan). sepanjang waktu istilah ini selalu melekat; tidak di rumah, di kampus, di warung kopi hingga ke lapak-lapak pasar. jika kita lebih intens mendengarkan pembicaraan orang-orang di tempat-tempat itu akan terasa perbicangan tidak jauh dari politik/kekuasaan. memilih siapa? Si Anu tidak punya kemampuan menjadi walikota, Si B hanya bermodal retorika, Si C aji mumpung karena bapaknya berkuasa. Selanjutnya Si D dan selanjutnya Si E, seterusnya dan seterusnya.

Kekuasaan memang tabiat manusia. karena manusia punya kehendak untuk berkuasa, will to power demikian Nietzsche pernah berkata. saking inginnya terus berkuasa manusia mencari cara untuk mempertahankannya bagaimana pun itu. 

Mempertahankan kekuasaan bukanlah hal baru dari manusia. sejak manusia lahir dan perjalanannya bertahan hingga ribuan tahun perebutan kekuasaan selalu mewarnai perjalanan sejarahnya. perjalanan sejarah kemudian silih berganti merebut tahta dan kekuasaan. selalu sampai kapan

Apakah kekuasaan semata-mata hanya mepertahankan diri atau menghilangkan yang lain? Saya pikir tidak. mari kita tengok masa lalu sebagai pelajaran. saya ingin mengutip kepemipinan raja Persia pertama Koresy Yang Agung yang dikagumi sebagai pejuang pertama hak asasi manusia. saya membaca kisahnya di majalah National Geographic Indonesia edisi Agustus 2008. 

Koresy yang Agung bukanlah satu-satunya penguasa yang menerapkan prinsip kemanusiaan. Nabi Muhammad SAW sudah menerapkan pemerintahan yang berprikemanusiaan. kisah Piagam Madinah adalah salah satu contohnya. juga para nabi lainnya yang selalu menuntun kearah kebajikan. dan di abad modern ini sudah ada-sedikit-contoh pemimpin/penguasa yang menerapkan prinspi profetisme dalam memerintah.

Menjadi penguasa (baca: pemerintah) adalah seni merawat jiwa. Trias Kuncahyono dalam kolomnya di Kompas Minggu 21 Februari 2016 dengan menyitir Plato menjelaskan kepada kita bahwa politik/kekuasaan adalah seni merawat jiwa yang berkomitmen pada nilai-nilai kebajikan. 

Kenyataan bahwa arah politik/kekuasaan dewasa ini justru selalu menjauh dari nilai-nilai kebajikan. seolah-seolah dibawa kepada kehancuran nilai-nilai. bukan sebuah seni. jadinya, politik KKN, korupsi dan saling curiga merebak dalam hidup kita. 

Saya mengutip Firdausi, penyair Iran yang menulis Babad Shah-namah (kisah raja-raja) yang dikutip dalam majalah National Geographic tahun 2008 bahwa:

yang paling pantas memerintah/berkuasa adalah orang yang paling enggan memerintah/berkuasa yang lebih memilih mencurahkan waktunya untuk masalah utama manusia, yaitu khidmat kebijaksanaan, takdir jiwa manusia, dan kemisteriusan kehendak Tuhan. 
Demikianlah, kita akan berkuasa, entah dalam skala apa. Tapi kita mau jadi penguasa atau memerintah seperti apa? Itu adalah pilihan. 

Monday, March 7, 2011

Politik (tak semudah menyebutnya)

Politik adalah term yang paling sulit untuk mengetahui akhirnya. Saking sulitnya, Einstein sang fisikawan tersohor sepanjang masa dalam sebuah kesempatan menerangkan kepada mahasiswanya bahwa politik lebih sulit daripada belajar fisika. Politik sebagai prilaku menusia lebih rumit, berbelit-belit, sukar dipahami dibandingkan dengan aspek-aspek lain dan jumlah variabel secara langsung atau tidak langsung yang relevan terhadap politik sangat banyak.*

Politik bukanlah angka eksak, angka pasti yang bisa dengan rumus matematis hasilnya akan keluar. Politik adalah ranah cair yang tidak memiliki bentuk pasti. Tapi itu tidak penting, politik sebagai proses juga sebagai tujuan. Kaum Platonian dan Aristotelian memaknai politik sebagai tindakan untuk mencapai keadilan dan kehidupan manusia yang lebih baik. Tapi Machevelian beda, politik adalah bagaimana meraih kekuasaan. Maka tak heran penganut Machevelian bisa saja menghalalkan segala cara. Hmmmm. Politik, tak semudah mengatakannya...

Look at earth from outer space
Everyone must find their place
Give me time and give me space
Give me real, don't give me fake
Give me strength and self control
Give me heart and give me soul
Give me time give us a kiss
Tell me your own politik

And open up your eyes
Open up your eyes
Open up your eyes
Open up your eyes

Give me one, cause one is best
In confusion, confidence
Give me peace of mind to trust
Don't forget the rest of us
Give me strength, reserve control
Give me heart and give me soul
Wounds to heal and cracks to fix
Tell me your own politik

And open up your eyes
Open up your eyes
Open up your eyes
Open up your eyes
Just open up your eyes

But give me love over
Love over, love over this
But give me love over
Love over, love over this**

Inspirasi :

*Agama, Politik dan Negara – Perspektif Hindu, I Nyoman Tika (Agama dan Negara, 2007. Interfidei, Yogyakarta).

**Politic, Coldplay

emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.