Showing posts with label Zahra. Show all posts
Showing posts with label Zahra. Show all posts

Saturday, May 23, 2015

Pusat Dunia

Untuk Zahra,

Dunia berubah dan kau pun ikut di dalamnya. perubahan dari hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun selalu ada perubahan di dirimu. itu bagus. dan kami senang melihatmu berkembang.

Anak kecil seperti dirimu adalah dunia. Ignas Kleden menyebutnya anak kecil sebagai pusat dunia sehingga sesuatu harus sesuai dengan keinginannya. demikian dirimu tak ada yang bisa menolak keinginanmu. dari Boneka di sebuah toko hingga mainan seluncuran di samping rumah semua untuk dirimu. rengekanmu, tangisanmu bahkan ibamu adalah keharusan yang tak bisa kami tolak.

Sikap self centered mu itu membuat kami tahu apa artinya menjadi orang tua. Ikhlas dan nurut apa yang kau inginkan adalah kewajiban yang harus ditunaikan. dari sini melepas ego butuh latihan. kau melatih kami untuk tabah. tabah mengikuti dirimu.

Teruslah tumbuh dan menjadi terang

Sore Di Kedai Za 21 Mei 2015

Monday, December 15, 2014

Setahun usiamu

yang terindah Za,

sangat terasa setahun usiamu kini nak, ayah bilang terasa karena menunggu setahun itu lama. saya menghitung seaat kamu dilahirkan di rumah sakit kecil itu, RS Aliyah. sore itu bertanggal 15 Desember 2013. setelah ashar kaupun lahir. ayah tak melihatmu lahir karena ayah di mesjid menunaikan salat.

saya merasa beruntung sebagai ayah melihatmu tumbuh dan terus tumbuh.  

Ayah menukil lirik Katon Bagaskara untukmu Za,
Bertambah satu usiamu...oh semoga penuh warna. semakin indah hatimu berikan cinta tuk semua...

maha suci Allah yang memberimu berkah sampai hari ini dan nanti...

Sunday, December 7, 2014

Di Bandara Ku Rindu Rumah

tiba di bandara namun rindu masih saja ada pada Ibu dan Za yang senyumnya seperti pagi. menyejukkan.

sore ini memang teduh. alang alang baru saja tumbuh setelah di terpa hujan. orang sibuk dengan segala aktifitasnya. di kejauhan aspal landasan masih sunyi tak ada kabar pesawatnya akan datang. saya menepi seraya mengamati pesawat yang katanya akan segera tiba.

melihat pemandangan sekitar di balik kaca bandara itu sesuatu yang selalu saya lakukan. ada romantisme dan juga dramatis bercampur aduk, berkelindan. apalagi menyaksikan alam dan lalu lintas manusia yang tak tahu akan dan mau kemana tujuannya. mungkin saya orang sosiologi jadi bawaannya selalu mengamati realitas. selalu sibuk mengurusi berbagai hal.

***

Pesawat pun tiba, ruang informasi mengabarkan kepada penumpang untuk segera naik pesawat. saya duduk di bagian ekor dan perlahan hp dimatikan. sang burung besi pun membawa saya mengangkasa.

di sambut hujan sore pesawat mendarat dengan lembut. suasana Kota Makassar membuat seperti di rumah saja. hangat.

di kota yang menyimpan banyak kenangan saat kuliah dulu saya merindukan ibu dan za...rindu sekali.

-----

071214 saat makassar sedang hujan.

Thursday, February 27, 2014

Zahra

Karena kau adalah bunga
Tempat menghirup segala wangi
Tak habis habisnya

Dan kau adalah bunga
Segala rupa di tamanmu
Tak lelah tumbuh kelopak Ungu, merah dan putih

Kau adalah kilatan cahaya yang menyapu lenyapkan segala jejak dan bayang*

Kau adalah Zahra
Bunga semesta.

---
*dee dalam Supernova "petir"

Wednesday, December 18, 2013

Lahir dan berkembanglah

Buat Anakku Zahra,

Suatu sore di hari minggu. saat itu hujan dan jam telah menunjuk 15.20 wita bertanggal 15 desember 2013. Di sebuah rumah sakit kecil kau dilahirkan. Aliyah nama rumah sakit itu.

Nasib baik adalah dilahirkan. Dan kau kini lahir sebagai pelengkap kebaikan itu.

Kau harus tahu nak, proses kelahiranmu tidaklah mudah. Ibumu harus menahan sakit tiada terperi.

Di sembilan bulan masa kandunganmu-dan itu pertanda kau harus lahir-tak ada tanda-tanda bahwa kau akan lahir;tak ada sakit, tak ada ketuban pecah, tak ada tanda-tanda. Saat itupula perasaan saya, ayahmu campur aduk. Takut terjadi apa-apa antara kau dan ibumu.apalagi saat dokter menahan ibumu untuk tetap di rumah sakit. Tak ada yang bisa ayah lakukan selain berdoa.

Beberapa waktu berselang ibumu harus dirangsang dengan obat berbentuk cairan. Ini dilakukan agar cepat terjadi bukaan-istilah medis yang tak pernah ayah dengar sebelumnya-Yang ayah tahu dari Dato' (nenek, istilah makassar) orang yang melahirkan hanya panggil dukun atau bidan dan setelah itu melahirkan tak ada istilah "bukaan". Sakitnyapun hanya beberapa menit.

Dimasa rangsangan obat itu ibumu harus merasakan sakit terus menerus. Dan mungkin mengapa Tuhan mengganti sakit itu dengan surga ditelapaknya. Sebuah balasan yang setimpal. Dan engkau harus tahu itu. Melahirkan adalah sakit olehnya jangan sakiti ibumu kelak ketika kau besar nanti.

Syahdan, Cerita tentangmu akan  berlanjut seiring waktu. Saat ini kau harus tidur yang lelap. Besok ayah akan ceritakan kisah lainnya...

-Dari ayah

emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.