Thursday, April 14, 2011

Anonim

Desau angin menamparnya

Dari tempat tertinggi mengalir kedasar, melepas aura hijau daun dari hutan-hutan menuju lautan.

Ia mencoba hadir

Namun,

Rasa sepi tak memberinya ruang bernafas.

Lalu ia menuju padang rerumputan

“ aku harus bertanya pada rerumputan ” . ia mencoba berinteraksi pada benda yang tampak gagu itu.

*

Hendak kemana ia ?

Jika rasa sunyi adalah penjara.

Alam pun menepi,

“ mungkin sudah waktunya berpisah pada tawa yang membuatku bahagia “

**

Sebenarnya ia hibrid : tak memiliki asal pasti

Campuran darah dan daging yang membuatnya : liyan – other, orang sunyi, diluar, terpinggirkan dan tak dicintai.

Namun ia merdeka

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di halaman saya.

< > Home
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.